Sejarah Seni Rupa: Seni Rupa yang Menyejarah

‘’Jasmerah! Jangan sekali-sekali melupakan sejarah,’’ tegas Presiden Soekarno.

Kenapa Presiden pertama negara Republik Indonesia ini mengajak kita sebagai rakyatnya untuk tidak melupakan sejarah? Apa pun jawabannya, yang jelas, sejarah adalah catatan atas asal usul, kisah, riwayat, serta berbagai peristiwa yang dibuat dan dilakoni setiap insan manusia dari satu zaman ke zaman berikutnya.

Sejarah dituliskan dan disusun menjadi bagian hakiki dari catatan kehidupan setiap insan manusia yang bergerak lewat nalar perasaan dan akal pikiran. Catatan kehidupan itu kemudian menjadi penanda zaman pada masa berikutnya.

Catatan sejarah selanjutnya menjadi citra cermin yang senantiasa memantulkan fragmen kehidupan umat manusia dari suatu masa tertentu menuju masa berikutnya. Untuk itulah sudah menjadi kewajiban kita sebagai insan kamil  yang memiliki akal dan budi untuk senantiasa merangkul dan memeluk sejarah kehidupan manusia. Pelukan hangat berbentuk catatan sejarah gerak langkah manusia  merupakan sebuah penghormatan yang sehormat-hormatnya atas berlangsungnya sebuah proses perjalanan hidup dan perikehidupan di jagat raya ini dengan segala dinamikanya.

Harus diakui dengan jujur, bangsa yang senantiasa rajin mencatat catatan gerak kehidupannya adalah bangsa yang menghormati sebuah perikehidupan yang sangat dimuliakan oleh siapapun yang menjadi bagian dari kehidupan itu sendiri.

***

Dalam konteks penghormatan atas catatan sejarah, sejatinya karya seni rupa adalah salah satu bagian dari produk kebudayaan massa. Ketika karya seni rupa merupakan bagian dari produk kebudayaan massa, maka tugas kita sekarang adalah bagaimana caranya agar karya seni rupa dapat difungsikan sebagai penanda sebuah kebudayaan dalam konteks peradaban modern. Sementara itu di sudut lain, kita dibebani tugas untuk mengupayakan bagaimana caranya agar karya seni rupa hasil olahan tangan kreatif seniman kondang mampu menyejarah sesuai dengan zamannya?

Mengapa hal demikian perlu kita pertanyakan? Karena sesungguhnya, karya seni rupa dapat menjadi sumber inspirasi untuk mengomunikasikan beragam pesan verbal dan pesan visual kepada insan manusia yang hidup berdampingan dengan karya seni rupa pada saat karya seni rupa tersebut diciptakan dan dibuat oleh tangan-tangan seniman kreatif.

Selain itu, karya seni rupa layak menjadi  sumber ide dan gagasan, serta dapat diposisikan sebagai perangkat lunak untuk menginformasikan aneka rupa pesan verbal dan pesan visual yang dianggit seniman perupa tersohor. Dengan demikian, keberadaannya mampu memberikan aksentuasi artistik, komunikatif dan persuasif pada perikehidupan masyarakat. Ujung-ujungnya diharapkan  mampu mencerahkan pemikiran dan perasaan umat manusia yang hidup dan mengisi kehidupannya sesuai dengan talenta masing-masing.

Pendeknya, berkat anggitan seniman kreatif, maka  karya seni rupa akan menjadi sebuah karya seni rupa yang menyejarah. Artinya karya seni rupa menjadi bagian dari sejarah peradaban manusia yang berakal dan berbudi. Keberadaan karya seni rupa yang menyejarah pun dapat dimanfaatkan untuk kemaslahatan dan kemuliaan umat manusia yang bersandingan dengan karya-karya tersebut.

Selanjutnya, ketika sebuah karya seni rupa yang tercatat dalam sejarah seni rupa dapat diangkat ke singgasana yang lebih terhormat, maka di sisi kiri perlu di susun dan ditulis buku sejarah seni rupa. Sedangkan di sebelah kanan layak dilengkapi dengan bentuk publikasi ilmiah berbentuk: liputan, artikel, dan kajian populer di sejumlah media massa cetak ataupun elektronik. Semuanya itu harus dilakukan dengan sadar guna menginformasikan kepada masyarakat luas yang hidup di zaman sekarang dan di zaman mendatang perihal keberadaan dan eksistensi karya seni rupa di tengah peradaban umat manusia.

***

Buku ‘’History of Art’’ anggitan sahabat saya: Adi Kusrianto dan Made Arini, mencatat perjalanan sejarah seni rupa sejak zaman pra sejarah, zaman kuno, zaman pertengahan, zaman renaissance, zaman abad 17 hingga abad 19, zaman akhir abad 19. Buku ini juga melengkapi diri dengan catatan berbagai aliran dan gaya seni rupa: mulai dari realisme, naturalisme, hingga abstrak ekspresionisme, pop art, dan psychedelic art.

Dengan membaca buku ini,  kita diajak dan dituntun untuk memahami periodisasi sejarah seni rupa yang merupakan catatan kebudayaan peradaban kreatif umat manusia. Selain itu kita ditemani untuk melakukan tamasya artistik guna mengenali beragam keindahan taman peradaban lewat nohtah dan artefak hasil  kebudayaan berwujud karya seni rupa sejak zaman purba, klasik, madya, hingga zaman modern.

Yang terpenting dari buku ‘’History of Art’’ adalah berisi catatan pengetahuan perihal perkembangan penciptaan sebuah karya seni rupa yang dipaparkan secara historis sejak zaman Pra Sejarah sampai zaman Modern. Tuturan buku ini sangat runtut mengurai karya-karya seni rupa yang dianggap mewakili zamannya. Di dalamnya juga dituliskan berbagai hal yang terkait dengan gerak langkah para seniman berikut karya seninya yang menyejarah.

Di sela-sela dari tuturan historis ini, buku ‘’History of Art’’ mencatat  pula secara detail berbagai  aspek yang melandasi penciptaannya karya seni rupa dengan mengungkapkan landasan konsep berpikir dan wawasan kreatif nan artistik yang menjadikan karya seni rupa tersebut tercipta dan dapat dinikmati kehebatannya hingga sekarang.

Buku ‘’History of Art’’  menjadi penting keberadaannya, karena buku ini diposisikan sebagai referensi sejarah seni rupa yang merupakan catatan keabadian atas sebuah karya seni rupa yang dianggit oleh seniman-seniman kampiuan pada masanya berkarya nyata.

Buku ‘’History of Art’’ menyampaikan pesan moral. Dikatakannya, dalam mengisi hidup dan kehidupan ini perlu dipersiapkan dan dijalankan sedemikian rupa agar setiap langkahnya berhasil  memiliki pengalaman-pengalaman yang memuliakan harkat dan martabat sesama umat manusia. Salah satu persiapan menjalankan hidup dan kehidupan yang penuh kemuliaan ini  di antaranya dengan menumbuhkan sikap budaya membaca buku. Hal ini perlu senantiasa diwariskan kepada anak cucu dan orang-orang terdekat yang kita sayangi.

Untuk itu, sebagai orang yang lebih dulu diberi kesempatan menghirup nafas hidup dan kehidupan di dunia ini, sudah sepantasnya  kita sebagai orang yang lebih dituakan senantiasa berakrab ria dengan  buku, salah satunya seperti buku ‘’History of Art.’’  Artinya, secara sadar kita memberikan contoh langsung kepada buah hati kita dan kawula muda untuk senantiasa mencintai buku sejarah, khususnya buku sejarah seni rupa, serta menjadikan buku sebagai bagian dari hidup dan kehidupan kita.

Dampaknya bagi anak-anak dan kawula muda, dengan senantiasa membiasakan diri membaca buku hal itu merupakan aktivitas rekreatif yang lambat laun dan tanpa disadari sudah melakukan proses menabung ilmu pengetahuan lewat kegiatan gemar membaca buku.

Mengapa hal itu perlu diupayakan? Sebab dengan memiliki kebiasaan membaca buku dan menyimak bahan bacaan lainnya, diyakini, kita mampu membaca situasi dan kondisi kehidupan sehari-hari. Dari sana pula, kita dapat membaca peta politik berikut pola tingkah laku dan beragam sifat manusia yang gambaran visualnya senantiasa haus kekuasaan. Dari lembaran buku kita boleh membaca perkembangan perekonomian yang senantiasa tidak berpihak pada rakyat kecil.

Lewat buku yang kita baca, seperti buku ‘’History of Art’’  dapat terkuak bacaan tanda-tanda zaman berisi catatan kritis tentang kebudayaan manusia yang terkait dengan tingkah laku politik, sosial, ekonomi, kesenian, dan adat istiadat setiap makhluk ciptaan Tuhan dalam mengisi hidup dan kehidupan ini.

Maka dengan membaca buku, mencatat serta menuliskan berbagai perkembangan zaman dalam lembaran buku akan melengkapi perbekalan amunisi kita dalam  menyongsong hidup dan kehidupan ini dengan penuh kemuliaan,  optimis, dan bertanggung.

Dengan demikian ketika kita mendaraskan diri untuk selalu hidup bersama buku, maka buah hati kita, kawan dan sahabat, serta orang-orang terdekat kita, senantiasa terjangkiti virus positif lewat budaya membaca dan menulis buku. Sebab, manakala kita menyandingkan hidup kita bersama buku, maka buku akan selalu menghidupkan imajinasi kita. Selain itu, buku akan selalu menghidupkan energi kreativitas kita untuk berkarya nyata di alam raya ini.

Manakala ajakan untuk bersedia hidup bersama buku menjadi belahan jiwa kehidupan kita, maka  secara bersama-sama kita dapat merentang dunia dan mengisi hidup dan kehidupan ini dengan  aktivitas kreatif lewat tindakan dan pemikiran yang positif serta berdaya berguna bagi sesama umat manusia di jagat raya ini.

Akhir kata, buku ‘’History of Art’’ anggitan sahabat saya: Adi Kusrianto dan Made Arini ini layak untuk dibaca, diapresiasi dan direkomendasikan menjadi buku referensi sejarah seni rupa. Hal itu penting, sebab buku ini  secara teoritis historis mampu merekonstruksi kembali ruang lingkup permasalahan estetika dan teori seni rupa.

Di dalam buku ‘’History of Art’’ tersaji secara gamblang catatan-catatan historis yang mengupas dan menjelaskan dengan rapi hubungan timbal balik antara konsep estetika dan teori seni rupa berikut dokumentasi karya seni rupa dari berbagai zaman yang melingkupinya, mulai masa pra sejarah hingga zaman modern.

Selamat membaca!

*)Sumbo Tinarbuko (www.sumbotinarbuko.com/) Adalah Penulis Buku, Dosen Fakultas Seni Rupa dan Program Pascasarjana ISI Yogyakarta. Artikel ini ditulis untuk mengantarkan buku ”History of Art” anggitan Adi Kusrianto dan Made Arini,  Penerbit PT Elex Media Komputindo, Jakarta, 2011.

Artikel yang berhubungan :

  1. (OPINI KR) Hiduplah Bersama Buku
  2. DeKaVe Penanda Jiwa Zaman
  3. Buku Semiotika Komunikasi Visual (Edisi Revisi)
  4. Sumbo Tinarbuko: Konsistensi Gerilyawan Desain
  5. Pameran Diskomplet Desember 2009: Menjadikan 100% Karya DeKaVe Indonesia
  6. (Analisis KR) Apa Kata Dunia?
Tulisan ini dipublikasikan di Artikel DKV. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *

Anda dapat memakai tag dan atribut HTML ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>