Expand All
- April 2013 (3)
- 20: Rebut Peluang! Bukan Tunggu Peluang (0)
- 20: Tipografi + Nirmana = Desain Grafis (0)
- 16: Pencitraan Diri dan Elektabilitas (0)
- Maret 2013 (5)
- 22: Menyorot Keberadaan Alat Peraga Kampanye (0)
- 14: Iklan Politik (0)
- 12: Sumbo Tinarbuko (0)
- 12: Iklan Politik Di Tahun Politik (0)
- 07: Sampah Visual Di Ruang Publik (0)
- Februari 2013 (1)
- Januari 2013 (9)
- 29: reresik @sampah_visual jilid #4 (0)
- 16: Bedah Buku Nirmana ”Dasar-dasar Seni dan Desain” (0)
- 15: (Kompas, 15 Januari 2013) Sumbo Tinarbuko PARTAI POLITIK Sampah Visual Di Jamban Kita (0)
- 12: Sumbo Tinarbuko: BUTUH KONSISTENSI PEMERINTAH Kawasan Malioboro Layak Jadi Percontohan Reklame (0)
- 09: aksi damai reresik @sampah_visual jilid #3 (0)
- 07: kultwit reresik @sumbotinarbuko perihal @sampah_visual di ruang publik (0)
- 05: aksi damai reresik Sampah Visual iklan komersial dan iklan politik (0)
- 05: suara rakyat: sms warga pada walikota jogja, apa tanggapannya? (0)
- 03: aksi damai reresik sampah visual iklan komersial dan iklan politik (0)
- Desember 2012 (2)
- November 2012 (4)
- September 2012 (8)
- 23: (Analisis KR) Cacat Moral Kaum Terdidik (2)
- 20: Darurat Narkoba! (0)
- 14: Lawasan! Desain Logo Garuda (0)
- 11: Cacat Moral Manusia Terdidik (0)
- 10: Wakil Rakyat yang Terhormat, Kami Tunggu Janjimu (0)
- 07: Terorisme dan Radikalisme Anak Muda (0)
- 02: Menyorot Musim Paceklik Kreativitas di Pendidikan Tinggi Komunikasi Visual (0)
- 02: ‘Tabrakan Visual’ Iklan (0)
- Agustus 2012 (9)
- 29: Komodifikasi Kekerasan Warga dalam Kerusuhan Sampang Madura (0)
- 27: Komodifikasi Kekerasan Di Ranah Publik (0)
- 23: Fenomena Jualan Rasa Iba (0)
- 18: Ritual Mudik dan Fenomena Budaya ‘Pamer’ (0)
- 17: Benarkah Indonesia Tanah Airku? (0)
- 13: Surat Terbuka untuk Presiden RI: Sanctuary Indonesia (0)
- 10: Rayuan Iklan Ramadan (0)
- 06: Sumbo Tinarbuko: PENATAAN KAWASAN MALIOBORO Tanpa Reklame, Lebih Cantik (0)
- 01: Yogyakarta Kota Pariwisata Bernuansa Sampah Visual? (0)
- Juli 2012 (1)
- 30: Pasar Kuliner Ramadan (0)
- Juni 2012 (5)
- Mei 2012 (11)
- 24: etik-a (0)
- 24: hukum alam (0)
- 24: yakin baik (0)
- 24: sapa sahabat (0)
- 24: niat baik (0)
- 24: semu (0)
- 24: penuh ketekunan (0)
- 24: kebahagiaan guru (0)
- 24: berjiwa muda (0)
- 21: Pameran Desain Sosial #DKVBergerak: Menuju Visual Berkeadilan (0)
- 09: (OPINI KR) Iklan, Pariwisata, dan Ruang Publik Kita (0)
- April 2012 (31)
- 28: Sampah Visual Itu Berbentuk Iklan Luar Ruang (0)
- 28: Kekerasan yang Mengeras (0)
- 25: (Analisis KR) Kekerasan Sosial (0)
- 20: Kristal-kristal Kekerasan Visual (0)
- 16: menikmati dg legawa (0)
- 14: kurangi sifat ambisius (0)
- 13: kesadaran bersyukur (0)
- 13: slamat malem (0)
- 13: slamat sore (0)
- 13: slamat siang (0)
- 13: slamat pagi (0)
- 13: merasa tau (0)
- 13: berniat baik (0)
- 11: cahaya bintang dan kunang2 (0)
- 11: ucap terimakasih (0)
- 11: yakin baik (0)
- 11: berdoa (0)
- 10: etik-a (0)
- 10: hukum alam menuliskan (1)
- 10: (OPINI KR) Iklan Luar Ruang yang Manusiawi (0)
- 09: Kado 4 Aprilku (0)
- 09: DEKAVE Merdekave (0)
- 09: Kado untuk Empat Aprilku (0)
- 09: Karikatur Sumbo Tinarbuko Karya Jitet Koestana (0)
- 07: Sumbo Tinarbuko: Kita Sudah ‘Kehilangan’ Ruang Publik (0)
- 07: Sleman, Kota Seribu Iklan (2)
- 06: Iklan (Luar Ruang) antara Teks dan Konteks (1)
- 02: sang empat april 2012 (0)
- 02: sifat jujur (0)
- 02: berbuat baik (0)
- 02: matahari (0)
- Maret 2012 (18)
- 31: garis-garis hujan (0)
- 31: bergerak dan berubah (0)
- 31: bermimpilah (0)
- 30: (Analisis KR) Sampah Visual di 100 Hari (2)
- 17: Buku Semiotika Komunikasi Visual Cetak Ulang Ke – 5 (0)
- 16: memperjuangkan sesuatu (0)
- 16: mengabaikan yg dibutuhkan (0)
- 16: berpikir negatif secara konotatif (0)
- 13: jangan remehkan yang kecil (0)
- 13: njumput rejeki (0)
- 13: hidup ini penuh cinta (0)
- 08: sifat air (0)
- 08: bijaksana kebijaksanaan (0)
- 08: Saling Menyalahkan dan Selalu Menyangkal (0)
- 08: Tan Kena Luput Cinatur (0)
- 04: pengusik kenyamanan (0)
- 04: bertumbuh dewasa (0)
- 04: teman sejati (0)
- Februari 2012 (17)
- 22: menuju kebaikan (0)
- 22: tangkal korupsi (0)
- 22: (Analisis KR) Kontroversi Iklan Anti-Korupsi (0)
- 20: perbedaan cara pandang (0)
- 20: kepercayaan (0)
- 20: kebahagiaan tinggal selangkah lagi (0)
- 20: uang berhala baru (0)
- 20: logika (0)
- 17: uang jadi berhala dunia (0)
- 14: tinggal selangkah lagi (0)
- 13: Hapuskan Reklame Luar Ruang! (0)
- 06: 2# Media dan Simbol (0)
- 06: 1# Media dan Simbol (0)
- 06: Komunikasi dan Media Sahabat Karib (0)
- 06: tidak lagi berkomunikasi (0)
- 04: perasaan cinta (0)
- 04: berbagi pengetahuan & kebaikan (0)
- Januari 2012 (39)
- 31: kehendak berbuat baik (0)
- 31: bara cinta (0)
- 31: otak udang (0)
- 31: unfollow cigarette (0)
- 31: ibu memutuskan tidak bekerja (0)
- 31: perempuan sempurna (0)
- 31: pria sempurna (0)
- 31: memantik kreativitas (0)
- 31: dunia selalu berputar (0)
- 31: dosen tanpa mahasiswa (0)
- 31: pembelajar (0)
- 31: belajar pada yang muda (0)
- 31: ibu (0)
- 31: tunjukkan kemampuanmu (0)
- 31: mengabdi (0)
- 31: beragam (0)
- 31: bohong (0)
- 31: beranilah untuk hidup (0)
- 31: mengenang masa lalu (0)
- 31: hidup itu pilihan (0)
- 31: jadilah dirimu sendiri (0)
- 31: jangan takut beda (0)
- 31: sakitmu sakitku juga (0)
- 31: dianugerahi masalah (0)
- 31: sahabat (0)
- 31: terbaik dan terburuk (0)
- 31: saling membahagiakan (0)
- 31: miskin referensi (0)
- 31: songsonglah tugas kemanusiaan itu (0)
- 31: manusia biasa (0)
- 31: menikmati rasa (0)
- 31: sifat bijaksana (0)
- 31: menjadi dosen (0)
- 31: sejarah kebaikan (0)
- 30: (Opini KOMPAS) Biarkan ISI Tetap Institut Seni (0)
- 25: Iklan Suka Cita ala Presiden Soekarno (0)
- 24: Pertama, Presiden Soekarno Pasang Iklan di ‘KR’ (0)
- 14: (Analisis KR) Melawan dengan Simbol (0)
- 10: Sampah Visual Itu Bernama Iklan Luar Ruang (0)
- Desember 2011 (3)
- 20: (Analisis KR) Walikota Baru (0)
- 04: (Analisis KR) Komunikasi ‘Mulutmu Harimaumu’ (0)
- 01: 7 Keajaiban Dunia (Malam) (0)
- November 2011 (5)
- 29: Gaya Hidup Hedonis Ala Pejabat Publik (0)
- 27: menikah (0)
- 27: pria sempurna (0)
- 27: perempuan sempurna (0)
- 27: sebuah kemewahan (0)
- Oktober 2011 (9)
- 27: Surat Terbuka untuk Kang Herry Zudianto: Pamit Pensiun Sambil Baca Realitas Yogyakarta (1)
- 25: KR dan Pinasthika Creative Festival 2011 (0)
- 25: Menyorot Keringnya Kreativitas di Lingkungan Pendidikan Periklanan (2)
- 15: pendangkalan makna (0)
- 15: orang kreatif (0)
- 13: rejekimu (0)
- 13: keseimbangan hidup (0)
- 13: maaf memaafkan (0)
- 09: (Pengantar Pameran Street Art) Membaca Street Art dengan Smart (0)
- September 2011 (14)
- 25: berbagi kebahagiaan (0)
- 24: memberi kebermanfaatan (0)
- 24: ingkar janji (0)
- 24: Sampah Visual (0)
- 24: Siapakah Walikota Yogya Terpilih? (1)
- 15: #elokbicara: seperti pohon bambu (0)
- 14: (Analisis KR) Janji Iklan Politik (0)
- 09: bersyukur (0)
- 09: slamat berjuang (0)
- 09: bersedeku dg hawa nafsu (0)
- 09: ahli bersyukur (0)
- 03: bukalah hatimu (0)
- 03: kreativitas tidak berbatas (0)
- 01: Menikmati Yogyakarta Kota Kenangan (0)
- Agustus 2011 (49)
- 31: perlukah egois itu? (0)
- 31: 4# ‘dosa asalnya’ orang kreatif (0)
- 31: 3# ‘dosa asalnya’ orang kreatif (0)
- 31: 2# ‘dosa asalnya’ orang kreatif (0)
- 31: 1# ‘dosa asalnya’ orang kreatif (0)
- 28: (Analisis KR) Mudik (0)
- 26: sumeleh (0)
- 26: ujare simbah (0)
- 26: Rayuan Promosi Bulan Ramadhan dan Idhul Fitri (0)
- 24: Melawan Lupaisme dan Bohongisme (0)
- 23: Ramadhan dalam Iklan (0)
- 23: keseimbangan hidup (0)
- 23: disemukan (0)
- 23: ruang sunyi (0)
- 23: berkah kekuatan bersama (0)
- 23: menyelaraskan perbedaan (0)
- 23: getaran cinta (0)
- 22: berbagilah (0)
- 22: nasihat nenek (0)
- 21: Ideologi ‘Pengemis’ (0)
- 21: Ideologi Kridha Lumahing Asta (0)
- 16: Pendidikan Kasih Sayang (0)
- 15: Sumbo Tinarbuko: Creative Channel Nalar Rasa & Nalar Pikir (0)
- 15: Mitos dan Estetika Perempuan dalam Iklan (0)
- 15: Dikotomi Dekave Otodidak versus Dekave Akademik (0)
- 15: Wacana Semiotika dalam Aktivitas Kritik Seni Rupa (1)
- 15: Iklan, Jembatan Produsen dengan Konsumen (0)
- 13: kelahiran – kematian (0)
- 12: Apa & Siapa: Idercangkem Komunikasi Visual (0)
- 12: Suara Kontroversial yang Asal Bunyi (0)
- 12: nontoni, niteni, niroke, nambahi (0)
- 10: cinta yg sebenarnya (0)
- 10: ingatan masa lalu (0)
- 10: setia (0)
- 10: ungkapan rasa cinta (0)
- 08: awalan kesempurnaan (0)
- 08: ketidakpastian dan kepastian (0)
- 08: menjadi lebih baik (0)
- 08: janganlah suka mempersulit (0)
- 08: bertemanlah (0)
- 08: masa depan (0)
- 08: masa lalu (0)
- 06: pembelajar (0)
- 06: Surat Terbuka untuk Presiden RI: Sanctuary Indonesia (1)
- 06: jumput rezeki pagi (0)
- 06: tulisan bergizi (0)
- 06: tak pernah redup (0)
- 06: mencintai malam gelap (0)
- 06: Yogyakarta Surga Kuliner Ramadan (0)
- Juli 2011 (10)
- 28: Sumbo Tinarbuko: dekave ‘matisuri’ (0)
- 25: Sumbo Tinarbuko: Manajemen Isu (Mata Najwa Metrotv) (0)
- 14: Peluncuran Komik “Kotagede Dalam Komik” Kerja Pertama Diskomfest 2010 (0)
- 13: berbagi cahaya sinar (0)
- 12: abadi (0)
- 11: menuliskan dengan hati (0)
- 10: memiliki gagasan positif (0)
- 10: (Analisis KR) Mengatakan Kebenaran (0)
- 09: Sumbo Tinarbuko: Reklame, Antara Keindahan dan Ekonomi (0)
- 08: tugas (0)
- Juni 2011 (28)
- 25: menyeimbangkan idealisme & pragmatisme (0)
- 25: keinginan vs kebutuhan (0)
- 25: ilmu pengetahuan (0)
- 25: lagu kita masih sama: Indonesia Raya (0)
- 25: tetaplah bekerja (0)
- 22: Pameran Desain Promosi Pariwisata DIY ‘Mariwisata’: Pariwisata Yogya Versi Mahasiswa Seni (0)
- 16: mimpi (0)
- 16: imajinasimu berkembang (0)
- 16: jalan Tuhan (0)
- 16: Ditopengi Papan Iklan, Malioboro Kehilangan Estetika (0)
- 14: Awalnya Iklan, Akhirnya Sampah Visual (0)
- 14: Semiotika Tanda-tanda Sang Penanda Zaman (0)
- 14: pekikkan kata ‘merdekave’ (0)
- 14: (Analisis KR) Ideologi ‘Wani Pira’ (0)
- 13: Singgungan Readibilitas dan Legibilitas dalam Tipografi (0)
- 13: Wisata Wisuda di Yogyakarta (0)
- 13: Menyorot ‘’Industri” Lomba Gambar Anak (0)
- 13: kuterima pagimu (0)
- 11: nikmatilah (0)
- 11: menjadi penyeimbang (0)
- 11: percayalah (0)
- 10: temukan jatidirimu (0)
- 08: Alun-alun Utara di antara Daster, Bakso, dan Mie Ayam (0)
- 08: ekspresi merdekave (0)
- 08: menabung referensi (0)
- 08: zaman edan (0)
- 08: jangan gagal total (0)
- 08: Susahnya Menyeberang Jalan di Kota Yogyakarta (0)
- Mei 2011 (29)
- 24: cinta dan iman (0)
- 24: indahnya cinta (0)
- 24: cinta datang dg sendirinya (0)
- 24: cinta gak perlu dirayakan (0)
- 24: belajarlah pada bintang & kunang2 (0)
- 16: lelaki & perempuan ditakdirkan berpasangan (0)
- 16: lelaki & perempuan seiring sejiwa (0)
- 16: trima kasih perempuan (0)
- 16: trima kasih pada lelaki (0)
- 16: berawal & berakhir dg perempuan (0)
- 15: (Analisis KR) Okolisme + Terorisme = Radikalisme (0)
- 12: kartu kredit (0)
- 12: memenej perbedaan (0)
- 08: mumpung masih ada waktu (0)
- 08: panggung sandiwara (0)
- 07: merindu sang kalbu (0)
- 07: luka batin (0)
- 06: amal kebaikan (0)
- 06: memberhalakan kekayaan (0)
- 06: kualitas kemanusiaan manusia (0)
- 05: Kekuasaan dan Uang Ala Tayangan Televisi (0)
- 05: Dominasi Nilai Materialistik Ala Tayangan Televisi (0)
- 05: Sihir Ala Tayangan Televisi (0)
- 05: Konsumtivisme dan Cengkeraman Gaya Hidup Modern Ala Tayangan Televisi (0)
- 03: permainan, memainkan, dipermainkan (0)
- 03: melayani vs menguasai (0)
- 03: orang cerdas (0)
- 03: saatnya berlabuh (0)
- 03: bahagia (0)
- April 2011 (36)
- 30: Seminar Paradays (0)
- 30: Industry Creative, Global Prospect (0)
- 30: kemerdekaan imajinasi (0)
- 25: Lingkungan Hidup dan Desain Komunikasi Visual (0)
- 25: Sumbo Tinarbuko: Pameran Tinjauan Desain Lewat Jejaring Sosial (0)
- 22: membimbing & melayani (0)
- 22: sang guru (0)
- 19: kehangatan bintang dan kunang2 (0)
- 19: melekatkan bintang dan kunang2 (0)
- 19: Sumbo Tinarbuko: Popularitas Bukan Jaminan Alternatif Iklan Murah (0)
- 18: (Analisis KR) Semiotika Ulat Bulu (0)
- 16: berani hidup, bukan berani mati! (0)
- 16: menemanimu (0)
- 16: ujung hatimu (0)
- 15: mengharap berkat Tuhan (0)
- 13: pekerjaan paling nikmat (0)
- 13: mempermudah yang sulit (0)
- 11: Menakar Kehormatan dengan Uang (0)
- 11: lewat sentuhan verbal kalbuku (0)
- 11: Membincangkan Industri Kreatif dengan Pendidikan Tinggi Desain (0)
- 11: tidak alami (0)
- 09: sibuk membuat rencana (0)
- 08: uang gak punya mata (0)
- 07: belajar berdamai (0)
- 06: Sumbo Tinarbuko: Konsistensi Sang Gerilyawan Desain (0)
- 06: belajarlah mengatasi masalah, bukan menghindari masalah (0)
- 05: Melawan Penjajahan Simbol (0)
- 05: Tepat, tetapi Tidak Benar… (0)
- 05: Sumbo Tinarbuko Anggota BPPD DIY (0)
- 05: Mitos Kecantikan Perempuan (0)
- 05: pada waktu yang tepat (0)
- 05: aku pun bahagia (0)
- 04: Design that Change (0)
- 02: aku selalu menemanimu (0)
- 02: guyup rukun (0)
- 02: mengucap syukur (0)
- Maret 2011 (32)
- 31: resiko memilih (0)
- 30: Menyorot Desain Sosial Kampanye Anti Narkoba (0)
- 28: jalanilah apa adanya (0)
- 28: bercermin diri (0)
- 28: hiduplah bersama dekave (0)
- 28: ‘tukang desain’ versus ‘pemikir desain’ (0)
- 26: Sejarah Seni Rupa: Seni Rupa yang Menyejarah (0)
- 25: berkata jujur (0)
- 25: bekerja cerdas vs bekerja keras (0)
- 24: sinaran bintang dan kunang2 (0)
- 23: memenej perbedaan (0)
- 23: perbaiki lebih baik lagi (0)
- 23: Malioboro Yogyakarta: Dibenci Sekaligus Dirindukan! (0)
- 23: nyalakan cahaya bintang dan kunang-kunang (0)
- 22: menjadi seorang pembimbing (0)
- 21: Analisis KR: Lagi, Narkoba Lagi! (0)
- 20: Teori Semiotika: Semiotika Sebagai Ilmu (6)
- 20: Pemikir Desain vs Tukang Desain (0)
- 16: berfondasikan hati nurani (0)
- 14: Analisis Semiotika Desain Rambu Lalulintas (0)
- 14: orang bijak (0)
- 13: kesempatan (0)
- 12: miskomunikasi (0)
- 12: dosen kampiun (0)
- 12: keunikan manusia (0)
- 10: era gadget (0)
- 10: mumpung (0)
- 09: Idercangkem Tupperware Children Helping Children (0)
- 08: Berpikir Kreatif, Senjata Pamungkas Pemikir DeKaVe (0)
- 08: isi (0)
- 06: Anak Indonesia Bercerita (0)
- 05: Dicari Pemikir Desain Komunikasi Visual (0)
- Februari 2011 (2)
- Januari 2011 (5)
- Desember 2010 (2)
- November 2010 (1)
- Oktober 2010 (3)
- Juli 2010 (1)
- 07: (ANALISIS KR) Lindungi Rakyatmu! (0)
- Juni 2010 (4)
- April 2010 (1)
- 17: (Analisis KR) Apa Kata Dunia? (0)
- Maret 2010 (3)
- Desember 2009 (3)
- 27: Gerakan Moral ‘Online’ (0)
- 11: Jadilah Payung (0)
- 07: Buku Semiotika Komunikasi Visual (Edisi Revisi) (1)
- November 2009 (2)
- Oktober 2009 (2)
- 18: Pelayan Masyarakat (0)
- 07: Mesin Penghitung Waktu (0)
- September 2009 (4)
- 25: Malioboro Terlihat Seksi (0)
- 11: Ideologi Pengemis (0)
- 09: Wakil Rakyat Terhormat, Kami Tunggu Janjimu (0)
- 06: Menjadi 100% Indonesia (0)
- Agustus 2009 (3)
- 24: ‘Lakuning Pandita’ (0)
- 06: Melawan Lupa (0)
- 01: Sindrom Bingung (0)
- Maret 2009 (1)
- Februari 2009 (3)
- 25: Malioboro Oh Malioboro (0)
- 25: Matinya Iklan Politik (0)
- 25: Vandalisme Iklan Politik (0)
- Januari 2009 (1)
- 13: Korporasi Pendidikan (0)
- Desember 2008 (1)
- 23: Perang Iklan Politik (0)
- November 2008 (3)
- 30: Adigang, Adigung, Adiguna (0)
- 24: Iklan Politik dan Pencitraan Politik (0)
- 13: Popularitas vs Elektabilitas (0)
- Oktober 2008 (3)
- September 2008 (5)
- 24: Sikap Saling Menghormati dan Selalu Berbuat Baik (0)
- 01: Tabiat Boros dan Hidup Bersahaja (0)
- 01: DeKaVe Penanda Jiwa Zaman (0)
- 01: Saling Menghormati (0)
- 01: Kawula Muda dan Batik Tradisional (0)
- Agustus 2008 (1)
- 22: Konsumtivisme dan Kriminalitas (0)
- Juli 2008 (6)
- 29: Kemasan Iklan Politik (0)
- 28: Diluncurkan Buku #2 Sumbo Tinarbuko ‘‘Mata Hati Iklan Indonesia, Esai Sosial Budaya Periklanan Indonesia‘‘ (0)
- 22: Pasar Ilang Kumandhange (0)
- 22: Perkawinan Tipografi dan Nirmana dalam Ranah Readibilitas Legibilitas (0)
- 22: Piala Eropa 2008 Usai, Lalu Apa? (0)
- 22: Komunikasi Cinta (0)